- Nira yang telah diperoleh disaring, selanjutnya dimasukkan kedalam wajan/panci.
- Nira dimasak dengan panas yang konstan pakai bahan bakar kayu/seresah atau bahan bakar lainnya.
- Lama pemasakan tergantung dari banyaknya nira yang dimasak.
- ± 15 menit sebelum gulanya masak atau dalam fase nyengka(sunda)?semengka diberi 100 cc santan (1 butir kelapa parutan dicampur 100 cc air)ataupun parutan kelapanya,atau minyak goreng satu sendok makan. Gunanya untuk mempercepat proses pengentalan gula merah.
- Gula merah cair yang belum mengental diaduk cepat dengan arah memutar.
- Jika telah mengental dan berwarna kemerahan dituang kedalam cetakan. ± 10 menit kemudian cairannya sudah padat, berarti proses embuatannya telah selesai.
-Cetakan ada yang menggunakan dari bambu,cetakan pabrikan dan dipekon tegalbinangun juga menggunakan bambu.
- Bila menggunakan potongan bambu, pada tahap pertama diisi 3/4 bahannya terlebih dahulu, lalu didinginkan selama 15 menit.
- Keluarkan dari cetakannya setelah mengeras, lalu tempelkan pada gula yang ada dicetakan lainnya, agar bentuk yang dihasilkan identik satu dengan yang lainnya.
- Agar tidak lengket satu sama lainnya, diantara gala-gala tersebut dialas daun pisang yang sudah tua serta kering.
- Pengepakan dapat juga dilakukan memakai keranjang bambu dengan dilapisi daun pisang kering atau daun jati kering. atau didalam peti kayu dilapiasi plastik.Dengan cara pengepakan seperti ini gula dapat bertahan ± 1 bulan.
- Ringkasan kegiatan ini disajikan pada gambar berikut ini :
0 komentar:
Posting Komentar